THIS/PLAY   Spatial Designer

Info

Projects
Contact











Selected works

Art Jakarta Gardens (2025)
   
Exhibition Design
Joyland Festival Jakarta   
Spatial Design
Lalala Festival   
 Spatial Design
UNIQLO Linen Collection  
 Spatial Design

























SIGIT D. PRATAMA Is a Spatial Designer, Creative Director, Film Production Designer, Music Festival Designer, Art Exhibition Designer and Installation Artist. He is the founder of .this/PLAY Studio, a Jakarta-based spatial design and art consultancy that explores the intersection of art, design, and social impact. Driven by a collaborative spirit, his mission is to uplift and connect artists, studios and fostering a healthy and supportive ecosystem within the industry.

His practice focuses on how spatial narratives can influence human perception, movement, and emotion, transforming environments into immersive experiences that engage both the mind and the senses. Through a holistic approach, he continues to expand the role of design beyond aesthetics toward shaping meaningful interactions between people, spaces, and stories.


This is the content for section 1.

Membaca ruang dapat diartikan membaca karakter ruang yang hadir di dalamnya. Teori mengenai Contextualism (Genius Loci) oleh Christian Norberg-Schulz menyatakan bahwa setiap tempat memiliki karakteristik atau “jiwa” unik yang terbentuk dari elemen-elemen fisik (Tangible)  dan non-fisik (Intangible), memiliki identitas yang mempengaruhi perasaan dan pengalaman manusia yang tinggal atau berinteraksi dengannya. Konsep ini relevan dengan fenomenologi yaitu perspektif filosofis yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam memahami dan mengalami lingkungan sekitarnya.
Contoh: Para Sekutu yang Tidak bisa Berkata Tidak (Galeri Nasional, 2022); Rekoleksi Memori (Taman Ismail Marzuki, 2015); Remembering Marabia in Timor Leste & Indonesia (Marabia, 2015), JIPFEST 2021 (Kota Tua Jakarta, 2021); FKSM 2024 (Benteng Rotterdam Makassar, 2024)
This is the content for section 2.

Membaca ruang dapat diartikan membaca karakter ruang yang hadir di dalamnya. Teori mengenai Contextualism (Genius Loci) oleh Christian Norberg-Schulz menyatakan bahwa setiap tempat memiliki karakteristik atau “jiwa” unik yang terbentuk dari elemen-elemen fisik (Tangible)  dan non-fisik (Intangible), memiliki identitas yang mempengaruhi perasaan dan pengalaman manusia yang tinggal atau berinteraksi dengannya. Konsep ini relevan dengan fenomenologi yaitu perspektif filosofis yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam memahami dan mengalami lingkungan sekitarnyaFotoThis is the content for section 3.






© .this/PLAY Studio 2026.