Hi! We're an art exhibition and music festival design studio based in South Jakarta.

Contact    Portfolio




It was sunday afternoon in 2015, when we had wild brainstorm with diverse creators about repetitive - and rather boring - way of presenting artworks. Each piece of work is unique and should be treated delicately.

We committed to deliver every story through well-crafted design and concept. For us, it is not only about the construction and aesthetic but also feelings.

Our mission is to promote the arts and help artists gain the recognition they deserve, while also considering societal and environmental impact.

This is done through employing team members from marginalized communities, and practicing a more sustainable approach in the selection and reuse of materials.
Headquarter:
Tebet Dalam II A No. 4 12810




 Services


DESIGN:
     
      Exhibition
      Music Festival
      Spatial
      Wayfinding system
      Production Design
      Stage Design


SET AND ARTWORK:
     
     Art handling
     Art building
     Electrical
     Lighting

MISCELLANEOUS:
    
    Private handling artwork
    Art direction
    Design Consultant




Inisiatif temporer bisa menjadi “katalis” untuk regenerasi ruang kota. Site dilihat sebagai eksperimen urban yang memicu perencanaan jangka panjang (penggunaan ruang kembali dengan fungsi yang berubah). Site analysis difokuskan pada fleksibilitas, daya tarik, dan kemungkinan tumbuh (scalability).

Teori ini berkaitan dengan Theory of Loose Space yang berfokus pada pada kemungkinan penggunaan ulang ruang yang semula pasif atau tidak digunakan kembali menjadi fungsi yang baru dan bersifat fleksibel. Theory of Loose Space berfokus pada dinamika penggunaan dan evolusi ruang serta membiarkan ruang menjadi ambigu sehingga mendorong kreativitas dan interaksi sosial yang tidak terduga.


This is the content for section 1.

Membaca ruang dapat diartikan membaca karakter ruang yang hadir di dalamnya. Teori mengenai Contextualism (Genius Loci) oleh Christian Norberg-Schulz menyatakan bahwa setiap tempat memiliki karakteristik atau “jiwa” unik yang terbentuk dari elemen-elemen fisik (Tangible)  dan non-fisik (Intangible), memiliki identitas yang mempengaruhi perasaan dan pengalaman manusia yang tinggal atau berinteraksi dengannya. Konsep ini relevan dengan fenomenologi yaitu perspektif filosofis yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam memahami dan mengalami lingkungan sekitarnya.
Contoh: Para Sekutu yang Tidak bisa Berkata Tidak (Galeri Nasional, 2022); Rekoleksi Memori (Taman Ismail Marzuki, 2015); Remembering Marabia in Timor Leste & Indonesia (Marabia, 2015), JIPFEST 2021 (Kota Tua Jakarta, 2021); FKSM 2024 (Benteng Rotterdam Makassar, 2024)
This is the content for section 2.

Membaca ruang dapat diartikan membaca karakter ruang yang hadir di dalamnya. Teori mengenai Contextualism (Genius Loci) oleh Christian Norberg-Schulz menyatakan bahwa setiap tempat memiliki karakteristik atau “jiwa” unik yang terbentuk dari elemen-elemen fisik (Tangible)  dan non-fisik (Intangible), memiliki identitas yang mempengaruhi perasaan dan pengalaman manusia yang tinggal atau berinteraksi dengannya. Konsep ini relevan dengan fenomenologi yaitu perspektif filosofis yang berfokus pada pengalaman subjektif individu dalam memahami dan mengalami lingkungan sekitarnyaFotoThis is the content for section 3.



© .this/PLAY Studio 2025.

THIS/PLAY   Spatial Designer


Info

Projects
Contact











Selected works

Art Jakarta Gardens (2025)
   
Exhibition Design
Joyland Festival Jakarta   
Spatial Design
Lalala Festival   
 Spatial Design
UNIQLO Linen Collection  
 Spatial Design